Universitas LIA
Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu

ASJI dan Universitas...
21 Mar 2025
Jakarta, 12 Maret 2024 – Asosiasi Studi Jepang di Indonesia (ASJI) bekerja sama dengan Program Studi Bahasa Jepang Universitas LIA mengadakan kuliah umum bertajuk “Sustainability amidst Uncertainty: Prospects for Cooperation between Japan and Indonesia in Sustaining Cultural Values, Traditions, Language, and the Environment.” Acara ini berlangsung secara hybrid di Auditorium Universitas LIA dan dihadiri oleh 115 peserta.Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua ASJI Pusat, Bpk. Julian Aldrin Pasha, M.A., Ph.D., dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara Jepang dan Indonesia dalam menjaga nilai-nilai budaya dan lingkungan di tengah tantangan global saat ini. Selain itu, Rektor Universitas LIA, Dr. Siti Yulidhar Harunasari, M.Pd., juga memberikan sambutan yang menggarisbawahi komitmen Universitas LIA dalam memperkuat hubungan antara kedua negara. Mr. Inami Kazumi selaku Direktur Jenderal The Japan Foundation Jakarta juga turut meberikan sambutannya.Kuliah umum ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai penelitian mengenai Jepang serta hubungannya dengan Indonesia. Diskusi ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara kedua bangsa dan budaya, serta memberikan wawasan tentang hubungan Jepang dan Indonesia dari berbagai segi, termasuk bahasa, budaya, dan filsafat.Acara yang dimoderatori oleh Dr. Putri Andam Dewi, M.Si. menampilkan tiga pembicara utama yang memberikan materi diantaranya Bpk. Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed. Ph.D. dengan presentasi berjudul “Menyoal Lintas Budaya Jepang-Indonesia Sebagai Bagian dari Diplomasi Budaya Dua Bangsa.”, Dr. Ike Iswary Lawanda, M.Si. yang membahas “Makna Ritual Kuil Yasukuni di Jepang sebagai Reproduksi Memori Budaya.”, Dr. Siti Yulidhar Harunasari, M.Pd. yang menyampaikan materi berjudul “Gegar Bahasa dan Gegar Budaya dalam Program Pertukaran Mahasiswa Indonesia-Jepang: Sebuah Refleksi.”Kegiatan ini diharapkan dapat memberi pemahaman yang lebih baik bagi mahasiswa, dosen dan pemerhati budaya dan menjadi platform untuk diskusi yang lebih mendalam. Hasil diskusi ini dapat menjadi dasar dalam melaksanakan kerjasama antara berbagai pihak terkait di Jepang dan Indonesia, serta memperkuat hubungan kedua negara di masa depan.
Baca Selengkapnya

Tingkatkan Publikasi...
21 Mar 2025
Universitas LIA, melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa, menggelar pelatihan intensif Academic Writing yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah.Acara yang berlangsung mulai Senin, 17 Maret 2024 ini, merupakan hasil kerja sama strategis dengan lima perguruan tinggi terkemuka lainnya, yaitu Universitas Muhammadiyah Barru, STIT Sunan Giri Bima, STIT Al Chaeriyah Mamuju, IAI DDI Sidenreng Rappang, dan Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena.Pelatihan yang dijadwalkan berlangsung selama empat pertemuan ini, dirancang khusus untuk membekali para dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana dengan keterampilan menulis akademis yang mumpuni.Materi yang disajikan mencakup berbagai aspek krusial dalam penulisan akademis, mulai dari merumuskan proposal penelitian yang solid, hingga teknik publikasi artikel di jurnal internasional bereputasi.Para peserta akan mendapatkan bimbingan langsung dari para pakar Academic Writing yang tidak hanya memiliki pengalaman luas dalam dunia publikasi ilmiah, tetapi juga rekam jejak yang terbukti dalam menghasilkan karya-karya berkualitas.Untuk pertemuan pertama ini didampingi dan menjadi narasumber utama dalam pelatihan ini, Komara Suhendar, Kepala UPT Bahasa Universitas LIA. Komara menegaskan pentingnya penguasaan Academic Writing dalam mendukung daya saing akademisi di tingkat internasional."Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali peserta dengan keterampilan menulis yang tidak hanya memenuhi standar akademik global, tetapi juga mampu meningkatkan jumlah publikasi berkualitas dari Indonesia. Kami berharap program ini dapat menjadi katalis bagi peningkatan kapasitas riset dan publikasi ilmiah di berbagai perguruan tinggi," ujar Komara.Ismail Suardi Wekke, direktur IUCSRS (Indonesian Universities Consortium on Social-Religious Studies) yang juga Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Universitas LIA atas inisiatifnya dalam menyelenggarakan kegiatan ini."Universitas LIA telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam memajukan dunia pendidikan dan penelitian di Indonesia. Kami sangat berterima kasih atas kesediaan Universitas LIA menjadi mitra dalam upaya peningkatan kualitas publikasi ilmiah ini," ujar Ismail.Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya pelatihan ini dalam meningkatkan visibilitas penelitian Indonesia di kancah internasional. "Dengan kemampuan Academic Writing yang lebih baik, para peneliti dan akademisi Indonesia akan lebih percaya diri dalam mempublikasikan hasil penelitian mereka di jurnal-jurnal internasional yang diakui," tambahnya.Pelatihan ini juga menjadi wadah yang efektif untuk memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia. "Kami berharap, kerja sama yang terjalin melalui pelatihan ini dapat terus berlanjut dan berkembang ke bidang-bidang lain yang relevan dengan peningkatan kualitas pendidikan tinggi," ungkap Ismail.Antusiasme yang tinggi terlihat dari para peserta pelatihan. Mereka menyadari betul manfaat dari pelatihan ini dalam menunjang karier akademik mereka. "Pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan kami. Kami berharap dapat mengaplikasikan ilmu yang kami peroleh untuk menghasilkan publikasi ilmiah yang berdampak," kata Ketua STIT Al Chaeriyah Mamuju, Abu Rizal Akbar.Pelatihan Academic Writing ini merupakan salah satu dari sekian banyak upaya Universitas LIA dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Universitas LIA berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.
Baca Selengkapnya

Universitas LIA Benc...
21 Jun 2024
Universitas LIA melakukan studi banding ke Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Selasa, 21 Mei 2024, dan membahas pengembangan kurikulum Program Studi Informatika, Sistem Informasi, Bisnis Digital dan Desain Komunikasi Visual yang akan dikhususkan pada bidang kecerdasan buatan (Artficial Intelligence). Bertempat di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB, delegasi Universitas LIA yang dipimpin oleh Rektor, Dr. Siti Yulidhar Harunasari, mendapatkan pendampingan langsung dari para guru besar ITB, yakni Prof. Budi Raharjo, Prof. Bambang Riyanto, dan Prof. Suhono Harso Supangkat, yang merupakan ahli di bidang kecerdasan buatan (AI) dan information security. Diskusi ini juga dihadiri oleh Muhammad Arief Hidajat, perwakilan dunia industri, alumni ITB sekaligus dosen praktisi Universitas LIA yang merupakan pakar di bidang telekomunikasi dan IT. Dalam kesempatan tersebut, para koordinator program studi dan dosen Universitas LIA, mendapatkan bimbingan intensif terkait pengembangan kurikulum yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri saat ini.Dr. Siti Yulidhar Harunasari menegaskan, "Kegiatan studi banding ini adalah langkah strategis UL untuk memastikan bahwa kurikulum yang dikembangkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan mampu bersaing di dunia kerja. Benchmarking kepada ITB akan memberikan perspektif baru tentang best practice pendidikan teknologi informasi, mulai dari proses pembelajaran hingga ke output kurikulumnya.”Prof. Budi Raharjo dalam diskusi tersebut menambahkan, "Kurikulum yang dikembangkan universitas LIA sudah on the right track. AI hingga saat ini akan menjadi pengetahuan yang tidak akan pernah usang. Penambahan edge computing di samping cloud computing yang menjadi keutamaan juga akan melengkapi kompetensi lulusan. Budi juga mengingatkan bahwa hasil survey menunjukkan bahwa kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing selama ini merupakan kekurangan nomer satu bagi SDM Indonesia. Oleh karena itu, kompetensi tambahan seperti Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang yang menjadi ciri khusus lulusan UL yang memang sejak lama dikenal dengan kekuatannya di bidang bahasa akan menjadi nilai tambah. Budi pun sangat mendorong pelibatan dunia industri dalam pengembangan kurikulum UL sebagaimana yang dilakukan UL selama ini.”Sejalan dengan Budi, Prof Bambang Riyanto juga memberikan respon positifnya terhadap kompetensi UI/UX dan AI yang diintegrasikan dalam kurikulum Prodi Bisnis Digital dan DKV. Kemampuan penggunaan AI dalam desain dan proses bisnis akan memberikan nilai tambah tersendiri bagi kompetensi lulusan. Melalui benchmarking di bidang kurikulum ini, diharapkan Universitas LIA dapat memperkuat posisinya sebagai kampus swasta di Jakarta yang selalu berinovasi dan berkomitmen pada peningkatan mutu pendidikan. Universitas LIA yang mengusung konsep Langtechpreneur ini akan mencetak lulusan yang memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi, memiliki jiwa kewirausahaan, dan siap menghadapi persaingan global dengan kemampuan komunikasi bisnisnya.
Baca Selengkapnya