Analis Data Bisnis

Rentang Gaji: Rp15jt - Rp30jt

Tentang Karier

Ini dia info lengkap tentang karier impianmu. Yuk, kenalan lebih dekat!

"Seorang analis data bisnis adalah profesional yang memiliki keterampilan analitis tinggi dan memiliki tanggung jawab untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data untuk memberikan wawasan yang dapat membantu pengambilan keputusan bisnis. Selain mengumpulkan dan menganalisis data, mereka juga membuat laporan dan visualisasi data yang dapat dipahami oleh pemangku kepentingan bisnis. Berkolaborasi dengan tim manajemen untuk memahami kebutuhan analisis data yang diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan strategis. Tetap memperbarui pengetahuan tentang perkembangan terbaru dalam bidang analisis data dan teknologi terkait. Analisis data bisnis sangat penting dalam mendukung keputusan bisnis yang informasional dan berbasis bukti. Mereka bekerja di berbagai industri, termasuk keuangan, e-commerce, kesehatan, dan banyak lagi. Keterampilan yang dibutuhkan termasuk pemahaman mendalam tentang analisis statistik, pemrograman, dan pengetahuan domain bisnis yang relevan."

Jabatan

Ini dia jabatan yang tersedia di karier ini. Kamu bisa memilih jabatan yang sesuai dengan minatmu.

Analis Data Junior Analis Data Senior Manajer Data Bisnis

Rekomendasi Jurusan

Rekomendasi jurusan kuliah di Program Studi ini, lengkap dengan prospek karier untuk masa depanmu

Lihat Jurusan Lainnya

Rekomendasi Kampus

Temukan beragam kampus yang sesuai dengan karier ini.

university
Swasta
logo
Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Aws
Bermula pada kuartal akhir 1963 – dua orang yang memiliki kepedulian terhadap kehidupan pers dan pekerja pers di Jawa Timur, di tengah perkembangan dan situasi politik yang terjadi di era Orde Lama (Orla). Kendati bukan pertemuan yang sifatnya ‘resmi’, namun kelak pertemuan tersebut mampu menjadi sosok ibu atau almamater bagi lahirnya lembaga pendidikan, khususnya pendidikan kewartawanan. Saat itu A. Azis, yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) cabang Surabaya (Jawa Timur), mengungkapkan pentingnya kontribusi wartawan yang memiliki etika, memiliki pengetahuan dan profesional. Buah pikiran tersebut mendapat dukungan R. Moeljadi Notowardojo. Sesuai situasi dan kondisi politik yang berkembangan saat itu, A. Aziz dan Moeljadi Notowardojo, sepakat untuk mengikutsertakan para pemimpin instansi pemerintahan yang mempunyai kaitan dengan pekerjaan kewartawanan dan pers saat itu. Perbagai persiapan dilakukan, termasuk menunjuk Singgih (wartawan harian Indonesian Daily News) untuk pelaksanaan teknisnya, dengan dibantu Ketua seksi pendidikan PWI, Amak Syarifuddin (wakil pemimpin redaksi majalah Skets Masa). Setelah semua unsur berkumpul, maka disetujui untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi berjenjang “akademi” dan sepakat diberi nama “Akademi Wartawan Surabaya (AWS)”. Beberapa tenaga pengajar AWS berasal dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, yang saat itu merupakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang memiliki fakultas Sosial-Politik dengan jurusan Publisistik. Momen 9 Februari 1964 : Ulang Tahun ke 19 PWI Bertempat di balai Wartawan Surabaya, dalam ulang tahun PWI ke-19, A. Aziz menyampaikan kepada para undangan tentang rencana mendirikan lembaga pendidikan wartawan. Diharapkan semua penerbitan bisa berpartisipasi dan memberi dukungan dari instansi pemerintah serta masyarakat. Demikian pula sambutan kepala Japen Provinsi Jawa Timur yang menekankan pentingnya keberadaan lembaga tersebut, yakni demi terwujudnya keberadaan wartawan di Jawa Timur pada khususnya, dan di Indonesia bagian Timur pada umumnya.
university
Swasta
logo
Institut Bisnis dan Teknologi STIKOM Bali
Berawal dari bertemunya para pemerhati, pencinta dan praktisi pendidikan yakni Prof. Dr. Made Bandem, MA., (saat itu Rektor ISI Jogjakarta), Dr. Dadang Hermawan (praktisi pendidikan), Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak. (Dosen) dan Drs. Satria Dharma (praktisi pendidikan) pada tahun 2.000 yang begitu menaruh perhatian atas pesat dan dinamisnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di dunia termasuk di Indonesia dan Bali, namun di lain pihak perguruan tinggi bidang TIK sampai dengan jenjang sarjana belum ada. Maka pada tanggal 20 Mei 2001, berdirilah Yayasan Widya Dharma Shanti yang akan menjadi Badan Penyenggara Perguruan Tinggi Swasta dan selanjutnya diajukanlah ijin pendirian Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional. Dengan berbagai usaha dan lika liku pengurusan ijin serta doa, maka pada tanggal 10 Agustus 2002 keluarlah ijin dimaksud dengan nomor 157/D/O/2002 dengan 2 jurusan / program studi yakni Sistem Komputer (jenjang S1) dan Manajemen Informatika (jenjang D3) lalu pada tahun 2009 ada tambahan program studi baru yakni Sistem Infomasi (jenjang S1). Saat ini, Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali sudah menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional yang sangat dipercaya oleh masyarakat, terbukti dengan jumlah mahasiswa yang sedang kuliah tidak kurang dari 6.000 orang dan alumni yang mencapai hampir 4.000 orang (tahun 2015). Selain itu berbagai kerjasama dalam bidang tri dharma perguruan tinggi telah dilakukan dengan berbagai pihak baik instansi pemerintah, instansi/perusahaan swasta, BUMN, BUMD, Perguruan Tinggi baik dalam maupun luar negeri.
Lihat Kampus Lainnya

Yuk ikuti Tes Potensi di Maukuliah.id

Banyak tes yang bisa kamu ikuti untuk mengetahui potensi dirimu. Yuk, ikuti tesnya!
Mulai Tes Sekarang
Menu
Profil
Riwayat